
-Jika senja mampu menanggung gelap dan cahaya bersama, maka saya pun pasti mampu menyayangimu dalam harapan dan luka.-
Banyak wanita yang enggan untuk kembali pada kekasih sebelumnya. Menurutnya, kisah manis yang terjadi tak akan sama untuk kedua kali. Aku tahu, sangat tahu itu. Lantas, mengapa aku masih disini menunggu ia kembali?
Entahlah, mungkin karena sejauh ini hanya ia satu-satunya lelaki yang selalu membuatku tertawa disaat aku tak ingin tersenyum.
Bodoh? Sebenarnya tidak juga. aku pernah melangkah pergi namun aku kembali. Bukan bodoh, hanya berempati pada diri sendiri. Toh buat apa aku pergi, jika bayangannya masih mengikuti.
Dan sekarang, disinilah aku. Disaat ia membentangkan sayapnya yang mampu membuat banyak wanita lain kagum, aku justru masih disini. terdistorsi dengan lingkaran waktu yang kubuat sendiri. Lingkaran waktu yang penuh dengan nya.
Miris bukan? tapi aku tak akan berdoa agar tuhan mematahkan sayapnya agar ia kembali padaku, justru aku akan medoakannya agar ia mendapatkan apa yang ia inginkan, mencapai apa yang ia dambakan, dan berhasil dengan apa yang ia cita-citakan. karena saya tak perduli seberapa jauh ia pergi. doa ku hanya satu, ia selalu ingat kemana harus kembali.
Komentar
Posting Komentar